Ku melihat Tuhan di Dirimu
Setelah
sekian lama aku membuat sebuah cerita di MA, kini aku beranjak naik tingkat
yang lebih tinggi yaitu menjadi seorang mahasiswa. Di sebuah universitas
ternama di daerah bandar lampung aku meneruskan pendidikan ku untuk meraih
cita-cita ku yang amat tinggi, kata Abah Yai sekaligus guru ngajiku. Beliau
berkata :
“kalau bercita-cita jangan hanya setinggi
langit, tapi bercita-cita lah setinggi surga”
Dari jata-kata itu aku mulai berfikir kembali soal cita-cita
ku yang dari dulu hanya setinggi langit, kenapa ? karna tidak ada yang tau
seberapa tingginya dan dimana surga itu berada.
Dari kata-kata itulah aku mulai menata kembali tentang
cita-citan dan tujuan ku untuk hidup di dunia ini. Di universitas ini lah aku
mengecam cita-cita dan membuat sebuah manajemen untuk kehidapn ku yang kedapan
harus seperti apa. Dan di awal aku masuk universitas ini lah aku belajar untuk
menjadi seseorang yang lebih dewasa lagi.
Singkat cerita, kini aku sudah semester 3 semester lalu
alhamduliiah aku mendapat nilai ipk yang sangat memuaskan dan di semester 3 ini
aku belum tau berapa nilai ipk ku, aku masuk di kelas C satu kelas berjumlah 43
mahasiswa yang umurnya jauh berbeda dengan aku, umurku 22 tahun dan rata-rata
anak kelas C umurnya masih di bawah ku. Dari sekian banyak cewek, aku tertarik
dengan satu cewek yang menurutku cewek itu dangat baik, cantik, dan pantas jika
di jadikan seorang pasangan hidup. Namanya azka, banyak sekali cowok-cowok yang
suka denganya, tidak hanya satu dua orang tetapi banyak sekali.
Di kelas, pas jam mata kuliah pagi aku datang terlambat karna
bangun kesiangan semalaman begadang kerja lembur bagai kuda kata-kata
anak jaman modern yang pusing karna kebanyakan tugas kuliah tapi bagi ku tugas
bukan lah sebuah beban melainkan kewajiban seorang pelajar, selain itu sebuah
tugas juga malah bikin seseorang bisa menambah pengetahuan tentang ilmu.
Aku masuk di kelas kebetulan kals hari itu di lokal E jadi
nggk terlalu jauh dengan parkiran motor, dengan terburu-burunya aku jadi aku
langsung masuk kek kelas pas masuk
“assalamualaikum....”
Kulihat dosen sudah duduk di tempatnya dan kulihat ternyata
aku terlambat 15v menit tetapi masih untung juga karna dosen pagi itu
orang nya enakan walaupun telat tetep
masih bisa masuk.
“waalaikumsalam....? suara
anak-anak menjawab salam ku.
Kulihat anak kelas sudah masuk semua dan tinggal satu bangku
yang tesisa
“untung masih ada bangku
kosong...” gumamku dalam hati
Ntah sebuah kebetulan atau bagaimana, kursi yang kosong tepat
di samping cewek yang gua sukai itu, dan kebetulan kelas itu sangat sempit jadi
mustahil jika ingin pindah ke tempat lain yang ada tempat kosong tepat di
samping tempat duduk dosen Jadi mau tidak mau aku harus duduk di samping cewek
itu.
Rasa canggung, malu, dan seneng menjadi satu dalam hati ku,
aku harus gimana?, aku harus bagaimana?. Semua rasa itu ngumpul jadi satu di
dalam hatiku karna baru kali ini aku mendekati dia, sejak dari semester 1
sampai semester 2 baru semester 3 ini aku duduk di samping dia. Jadi selama aku
berada di kelas pikiran dan hatiku semrawut bagaikan benang yang kusus dan
ruwet.
Sesekali kulihat dia yang sedang serius mendengarkan dosen
yang sedang menerangkan materi di depan
“ternyata anggun juga
salah satu ciptaanmu ya tuhan, terasa aku melihat tuhan didirinya..”
Gumamku dalam hati, memuji salah satu ciptaan tuhan yang
begitu anggu, nan indah untuk di pandang.
“hoooiii....!! ngelamun
terus ya....”
Serentak aku kaget ketika teman lelaki ku yang duduk disamping
ku menegurku. Namanya riyo, dia anak yang kalem tapi menakutkan. Kenapa
menakutkan? Karna dalam diamnya ternyata banyak wanita yang dia jadiin pacar.
“aaaaiihh...lu mah
ngganggu aja, orang kawan lu lagi asik-asiknya liat cewek di yang cantik...”
“kenapa..? lu suka sama
dia.?” Ucap riyo
“manusia mana yang nggk
suka liat cewek cantik, memakai baju syar’i, bercadar pula. Alangkah bahagianya
kalau bisa berbagi hati dengan dia....” jawab ku nggk jelas
