Senin, 11 November 2019

Ku Melihat Tuhan Di Dirimu


Ku melihat Tuhan di Dirimu

Setelah sekian lama aku membuat sebuah cerita di MA, kini aku beranjak naik tingkat yang lebih tinggi yaitu menjadi seorang mahasiswa. Di sebuah universitas ternama di daerah bandar lampung aku meneruskan pendidikan ku untuk meraih cita-cita ku yang amat tinggi, kata Abah Yai sekaligus guru ngajiku. Beliau berkata :

kalau bercita-cita jangan hanya setinggi langit, tapi bercita-cita lah setinggi surga”

Dari jata-kata itu aku mulai berfikir kembali soal cita-cita ku yang dari dulu hanya setinggi langit, kenapa ? karna tidak ada yang tau seberapa tingginya dan dimana surga itu berada.

Dari kata-kata itulah aku mulai menata kembali tentang cita-citan dan tujuan ku untuk hidup di dunia ini. Di universitas ini lah aku mengecam cita-cita dan membuat sebuah manajemen untuk kehidapn ku yang kedapan harus seperti apa. Dan di awal aku masuk universitas ini lah aku belajar untuk menjadi seseorang yang lebih dewasa lagi.

Singkat cerita, kini aku sudah semester 3 semester lalu alhamduliiah aku mendapat nilai ipk yang sangat memuaskan dan di semester 3 ini aku belum tau berapa nilai ipk ku, aku masuk di kelas C satu kelas berjumlah 43 mahasiswa yang umurnya jauh berbeda dengan aku, umurku 22 tahun dan rata-rata anak kelas C umurnya masih di bawah ku. Dari sekian banyak cewek, aku tertarik dengan satu cewek yang menurutku cewek itu dangat baik, cantik, dan pantas jika di jadikan seorang pasangan hidup. Namanya azka, banyak sekali cowok-cowok yang suka denganya, tidak hanya satu dua orang tetapi banyak sekali.

Di kelas, pas jam mata kuliah pagi aku datang terlambat karna bangun kesiangan semalaman begadang kerja lembur bagai kuda kata-kata anak jaman modern yang pusing karna kebanyakan tugas kuliah tapi bagi ku tugas bukan lah sebuah beban melainkan kewajiban seorang pelajar, selain itu sebuah tugas juga malah bikin seseorang bisa menambah pengetahuan tentang ilmu.

Aku masuk di kelas kebetulan kals hari itu di lokal E jadi nggk terlalu jauh dengan parkiran motor, dengan terburu-burunya aku jadi aku langsung masuk kek kelas pas masuk

“assalamualaikum....”

Kulihat dosen sudah duduk di tempatnya dan kulihat ternyata aku terlambat 15v menit tetapi masih untung juga karna dosen pagi itu orang  nya enakan walaupun telat tetep masih bisa masuk.

“waalaikumsalam....? suara anak-anak menjawab salam ku.

Kulihat anak kelas sudah masuk semua dan tinggal satu bangku yang tesisa

“untung masih ada bangku kosong...” gumamku dalam hati

Ntah sebuah kebetulan atau bagaimana, kursi yang kosong tepat di samping cewek yang gua sukai itu, dan kebetulan kelas itu sangat sempit jadi mustahil jika ingin pindah ke tempat lain yang ada tempat kosong tepat di samping tempat duduk dosen Jadi mau tidak mau aku harus duduk di samping cewek itu.

Rasa canggung, malu, dan seneng menjadi satu dalam hati ku, aku harus gimana?, aku harus bagaimana?. Semua rasa itu ngumpul jadi satu di dalam hatiku karna baru kali ini aku mendekati dia, sejak dari semester 1 sampai semester 2 baru semester 3 ini aku duduk di samping dia. Jadi selama aku berada di kelas pikiran dan hatiku semrawut bagaikan benang yang kusus dan ruwet.

Sesekali kulihat dia yang sedang serius mendengarkan dosen yang sedang menerangkan materi di depan

“ternyata anggun juga salah satu ciptaanmu ya tuhan, terasa aku melihat tuhan didirinya..”
Gumamku dalam hati, memuji salah satu ciptaan tuhan yang begitu anggu, nan indah untuk di pandang.
“hoooiii....!! ngelamun terus ya....”

Serentak aku kaget ketika teman lelaki ku yang duduk disamping ku menegurku. Namanya riyo, dia anak yang kalem tapi menakutkan. Kenapa menakutkan? Karna dalam diamnya ternyata banyak wanita yang dia jadiin pacar.

“aaaaiihh...lu mah ngganggu aja, orang kawan lu lagi asik-asiknya liat cewek di yang cantik...”

“kenapa..? lu suka sama dia.?” Ucap riyo

“manusia mana yang nggk suka liat cewek cantik, memakai baju syar’i, bercadar pula. Alangkah bahagianya kalau bisa berbagi hati dengan dia....” jawab ku nggk jelas